Camkan 5 Nasihat Luqman al-Hakim Ini

  • 61
  •  
  •  
  •  
    61
    Shares

catatanDatdut.Com – Luqman adalah tokoh sejarah masa lalu. Nama dan hikmahnya masih tercatat rapi hingga sekarang. Luqman dijadikan simbol hikmah. Bahkan kata “Al-Hakim” ‘orang bijak’ selalu berdampingan dengan namanya. Dalam kaitan yang sama, ada ungkapan berikut: “Dia lebih bijak dari Luqman.”

Oleh karenanya, nasihat-nasihat Luqman al-Hakim selalu mendapat perhatian dari berbagai agama dan tradisi. Islam di antara yang memberi perhatian yang besar pada sosok yang hidup jauh sebelum zaman Islam (baca: Fakta Terkait Luqman al-Hakim). Berikut 5 nasihat penting Luqman al-Hakim kepada putranya yang patut dicamkan:

1. Takwa dan Pamer

“Putraku, bertakwalah kepada Allah. Jangan riya (memamerkan diri) kepada orang lain bahwa kamu takut pada Allah, yang tujuannya agar mereka memuliakanmu, padahal hatimu penuh dengan dosa.”

2. Orang Bodoh dan Orang Bijak

“Putraku, jangan suka membantah apa yang dikatakan orang bodoh. Jika itu kamu lakukan, dia akan mengira kamu menyukai kelakuannya. Jangan memandang remeh kebencian orang bijak kepadamu, kerena kebenciannya itu akan menjauhkannya darimu.”

Baca juga:  Ini Sejarah 5 Perluasan Masjidil Haram di Masa Lalu

3. Diam

“Putraku, jika tidak bisa berbicara, maka jangan juga tidak bisa diam. Sebaiknya, kamu lebih menyukai untuk mendengarkan daripada kamu berbicara. Aku sendiri lebih sering menyesali berbicara, tapi aku tidak pernah menyesali sikap diamku.”

4. Nafsu

“Putraku, yang pertama kali ingin aku peringatkan kepadamu untuk dijaga adalah nafsumu. Tiap orang pasti mempunyai nafsu dan syahwat. Jika kamu menuruti keinginan nafsumu, maka dia akan terus-menerus menuntutmu. Nafsu itu tersembunyi di dalam diri, sebagaimana api tersembunyi di dalam batu. Jika batu itu digesek-gesek, maka ia akan memercikan api. Namun, jika batu itu dibiarkan, maka api itu tidak akan keluar.”

5. Menyikapi Hidup

“Putraku, janganlah menertawakan sesuatu yang tidak menarik. Jangan berjalan tanpa tujuan. Jangan menanyakan sesuatu yang tidak berguna bagimu. Jangan pula kamu menyia-nyiakan hartamu, sedangkan harta orang lain kamu pelihara baik-baik. Tahukah kamu bahwa hartamu yang sebenarnya adalah amal perbuatan yang telah kamu kerjakan, sedangkan harta yang akan kamu tinggalkan di saat mati adalah harta orang lain.”

Baca juga:  Ini Kisah Banjir Bandang Zaman Nabi Nuh, Mengambil Pelajaran dari Masa Lalu

syarif hadeDr. Moch. Syarif Hidayatullah | Founder DatDut.Com
Twitter: @syarifhade

 

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah

Latest posts by Moch. Syarif Hidayatullah (see all)

  •  
    61
    Shares
  • 61
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close