Bolehkah Memberi Rokok kepada Pengemis atau Pengamen?

  • 15
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares

DatDut.Com – Setiap kali kita bepergian ke suatu tempat dan berhenti di perempatan lampu merah, mall, tempat wisata, tempat ziarah, dan lain sebagainya, seringkali kita bertemu dengan pengemis dan pengamen.

Mereka berasal dari bermacam-macam kelompok masyarakat. Ada yang dari golongan fakir miskin yang benar-benar mencari nafkah untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya.

Ada pula anak-anak, remaja, dan pemuda yang sejatinya masih sehat dan kuat bekerja tetapi mereka lebih memilih untuk menjadi pengamen dan pengemis.

Lalu, bagaimana sikap kita sebagai umat islam yang diperintahkan untuk bersedakah dan dianjurkan untuk memperhatikan keadaan sesama manusia melihat realitas tersebut?

Di sini kita perinci lagi permaslahannya. Allah mengutus kita sebagai umat untuk berzakat dan bersedekah dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk diberikan kepada orang lain yang berhak menerimanya.

Baca juga:  Belajar Berkurban dan Berkorban dari Keluarga Nabi Ibrahim

Salah satu yang berhak kita beri sedekah adalah orang yang meminta-minta. Selain memberi uang, sayangnya ada sebagian orang yang justru memberi rokok kepada si pengemis itu. Padahal rokok sejatinya hukumnya makruh.

Dilihat dari segi mashlahah dan mafsadat-nya, walaupun rokok makruh, namun sejatinya lebih ringan mafsadat-nya ketika diberikan daripada diberi uang, tetapi justru untuk membeli alkohol sehingga digunakan untuk mabuk.

Dengan pertimbangan jika orang yang mengamen tersebut masih sehat dilihat dari tubuhnya, dan dari penampilannya terkesan seperti orang yang suka mabuk, maka jika memiliki rokok atau permen lebih baik kita berikan kepada mereka daripada uang.

Ini sebagaimana kaidah fiqhiyyah yang berbunyi:

درأ المفاسد مقدم على جلب المصالح

“Menghilangkan kerusakan lebih utama daripada meraih kemaslahatan.” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1403 H, h. 87).

اذا تعارض المفسدتان رعي اعظمهما ضررا بارتكاب اخفهما

Baca juga:  Meski Beda Usia Terpaut Jauh, Nabi Muhammad dan Khadijah Tetap Bisa Romantis Mengarungi Bahtera Rumah Tangga Beda Usia

“Apabila ada dua mafsadah saling bertentangan, maka harus diperhatikan mafsadah yang lebih besar bahayanya dengan memilih mafsadah yang lebih ringan madlaratnya.” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1403 H, h. 87)

Oleh karenanya, kita harus lebih teliti ketika akan memberikan sedekah kepada orang lain agar tidak disalahgunakan dengan membeli hal-hal yang dilarang agama Islam.

Namun jika pengamen atau pengemis  tersebut memang secara fisik tidak mampu bekerja, maka kita wajib memberikannya uang. Wallahu A’lam.

Komentar

Aniza Dewi Fatmala

Aniza Dewi Fatmala

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Mahasantri Pondok Pesantren Sabilurrosyad Karangbesuki Malang
Aniza Dewi Fatmala

Latest posts by Aniza Dewi Fatmala (see all)

  •  
    15
    Shares
  • 15
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *