Bolehkah Membawa Anak-anak ke Masjid?

  • 20
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares

DatDut.Com – Di beberapa masjid ada larangan untuk membawa anak-anak untuk ikut shalat berjamaah. Larangan itu ditulis secara tegas dan terkadang dengan bahasa yang sedikit keras.

Ada banyak respons terhadap larangan itu. Bagi mereka yang merasa terganggu dengan kehadiran anak-anak di masjid tentu saja mendukung larangan tersebut. Tapi bagi banyak orang larangan tersebut tidak semestinya muncul.

Alasan yang sering dikemukakan adalah karena anak-anak mesti diajar dan dibiasakan sejak kecil ke masjid dan shalat berjamaah.

Lalu disebutkanlah hadits-hadits yang mendukung hal ini, diantaranya hadits tentang Hasan dan Husein yang bermain di pundak Nabi ketika ia sedang shalat.

Lalu bagaimana duduk masalahnya dalam pandangan Sunnah? Jika dilihat di beberapa referensi Sunnah, sebenarnya anak-anak dibolehkan untuk datang ke masjid bersama orang tuanya menghadiri shalat berjamaah.

Bahkan, ketika ada anak-anak yang menangis (dan ini tentu menimbulkan gangguan terhadap kekhusyukan jamaah) yang Nabi lakukan justeu mempercepat shalatnya, bukan kemudian menegur orangtua anak itu, apalagi melarangnya untuk tidak lagi membawa anaknya ke masjid.

Hal ini bisa kita lihat dalam hadits shahih berikut :

إِنِّي لَأَدْخُلُ فِي الصَّلاَةِ وَأَنَا أُرِيْدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ

“Ketika saya mau shalat, saya bermaksud untuk memanjangkannya, tapi kemudian saya mendengar tangisan anak kecil. Akhirnya saya segerakan shalat karena saya tahu tentu ibunya sangat resah.”

Jelas dalam hadits ini ada anak kecil yang hadir di masjid, bersama orang tuanya, dan tidak ada keterangan kalau Nabi menegur si ibu kenapa membawa anak ke masjid.

Tidak adanya teguran dari Nabi berarti pembolehan anak-anak dibawa ke masjid. Tidak hanya itu, Nabi malah mempercepat shalatnya karena iba pada anak dan juga pada ibunya.

Di sisi lain, ada juga hadits yang secara tegas melarang anak-anak dibawa ke masjid. Hadits tersebut adalah :

جَنِّبُوا مَسَاجِدَكُمْ صِبْيَانَكُمْ

“Jauhkan masjidmu dari anak-anak.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dan Ibnu Majah. Hanya saja hadits ini dha’if (lemah).

Di sini akan muncul kembali perdebatan tentang apakah hadits yang lemah bisa digunakan dalam hal-hal yang tidak berkaitan langsung dengan masalah halal dan haram, ataukah tidak.

Sebagian orang akan cenderung menolak hadits terakhir ini, karena ia lemah, dan lebih berpegang pada hadits yang pertama, karena ia shahih. Dan ini tentu sesuatu yang logis dan dapat diterima.

Tapi ada juga yang mencoba mengkompromikan kedua hadits ini dengan mengatakan: larangan membawa anak ke masjid berlaku untuk anak-anak yang belum bisa buang hajat secara mandiri, apalagi kalau ia belum bisa menyampaikan pada orang tuanya kalau ia ingin buang hajat.

Adapun anak-anak yang sudah bisa buang hajat sendiri (sehingga tidak akan menajisi masjid) maka dibolehkan untuk diajak ke masjid.

Terlepas dari bagaimana kita menilai masalah ini, tapi setidaknya ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan :

1. Tidak semestinya kita langsung menyalahkan pengurus masjid/mushalla/surau yang membuat larangan tersebut.

Karena boleh jadi kondisi yang mereka hadapi di lingkungan setempat memaksa mereka untuk mengeluarkan larangan tersebut. Apalagi ternyata ada hadits yang melarang anak-anak dibawa ke masjid, meskipun hadits itu lemah.

2. Masalah seperti ini tidak bisa digeneralisir. Bagi sebagian masjid di lingkungan tertentu mungkin memang yang terbaik ada larangan seperti itu untuk menjaga kekhusyukan jamaah.

Tapi larangan ini tidak perlu muncul di lingkungan jamaah yang bisa mendidik dan mengarahkan anak-anaknya bagaimana adab dan etika di masjid.

3. Kita perlu mengetahui akar permasalahan sebuah masalah untuk bisa memberikan penilaian yang objektif dan berdasar.

Komentar

Yendri Junaidi

Yendri Junaidi

Alumni Universitas Al-Azhar Kairo dan DosenSTIT Diniyah Putri Rahmah El Yunusiyah Padang Panjang.
Yendri Junaidi

Latest posts by Yendri Junaidi (see all)

  •  
    20
    Shares
  • 20
  •  
  •  

One thought on “Bolehkah Membawa Anak-anak ke Masjid?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *