Bila Tulis Status tentang Hadis, Cantumkan Sumber dan Rawinya

  • 31
  •  
  •  
  •  
    31
    Shares

DatDut.Com – Beberapa hari lalu ada yang menulis status. Intinya meminta kita untuk hanya berpegang pada Alquran dan Sunnah dengan mengutipkan kisah dialog Nabi dan Muaz bin Jabal.

Dari timelinenya saya paham kalau shahibul status sepertinya kurang suka dengan demokrasi dan anti-Pilkada atau Pemilu-pemilu yang lain, karena dianggap sebagai sistem kafir dan bikinan orang kafir.

Soal apa yang menjadi pilihan politik dan sikapnya, saya tak ingin ikut campur. Itu pilihan dan tanggung jawab yang bersangkutan.

Tapi ketika sudah menyinggung soal kehidupan Nabi, itu berarti iya akan bersinggungan dengan orang-orang yang menekuni bidang hadis, termasuk saya.

Karenanya, saya kemudian meminta ybs untuk mencantumkan sumber informasi itu dikutipkan dari kitab hadis atau kitab sirah apa. Saya juga memintanya untuk juga mencantumkan teks Arabnya juga. Itu pun bila dia memang punya sumber otentik terkait “hadis” itu.

Baca juga:  Soal Sebutan Kafir

Sayangnya, hingga tiga hari berselang (kalau tidak salah), tak ada tanggapan apa pun. Komentar saya dicuekin, padahal dia menanggapi komentar yang lain dan sudah ada postingan yang baru lagi. Padahal yang meng-add pertemanan itu dia, bukan saya.

Pesan terbaiknya, sekarang kalau ada siapa pun yang menulis status sesuatu tentang hadis, harus mencantumkan sumbernya. Atau, kalau tidak, ya ketika ditanya sumbernya, bisa menunjukkan dengan merujuk ke sumber kitab hadis yang otentik. Kita berhak bertanya juga bila ada info yang janggal terkait “hadis” yang diklaimnya.

Ini penting sebagai bagian dari tanggung jawab ilmiah bagi siapapun yang menyampaikan informasi tentang Nabi. Kalau tidak, berarti dia sedang membeli kapling neraka. Itu Nabi yang menyampaikan di satu hadis sahih yang amat populer.

Baca juga:  Mencermati Pandangan M. Quraish Shihab tentang Ucapan Selamat Natal pada Non-Muslim

Dan, satu lagi, sudah sejak lama hadis atau informasi tentang diri Nabi dan sahabat “diperkosa” untuk keperluan-keperluan politik tertentu baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah
  •  
    31
    Shares
  • 31
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *