Betapa Ribetnya Punya Bayi, Tapi Nikmat

  • 36
  •  
  •  
  •  
    36
    Shares

DatDut.Com – Terkadang peran sebagai seorang ibu menjadikan kita sadar atau tidak suka melakukan hal-hal yang agak ekstrim. Karena mau tidak mau harus melakukan pekerjaan rumah bersamaan dengan menjaga si kecil. Atau ingin punya waktu untuk diri sendiri tapi tetap bisa menemani anak sebisanya.

Menjadi ibu itu memang harus super bisa apa-apa. Ngurus suami iya. Ngurus anak iya. Ngurus rumah juga iya.

Nah, ini 5 hal super ribet yang seringkali harus saya jalani. Tanpa mengabaikan anak sedikit pun.

1. Nyuci Baju dengan Berharap Dimengerti

Aneh juga rasanya. Berharap anak yang masih bayi mengerti apa yang sedang kita kerjakan. Seperti pas lagi nyuci baju, misalnya.

Kebetulan kamar mandi di rumah bersebelahan dengan kamar. Jadi memudahkan saya memantau anak pas sedang nyuci tanpa harus nunggu dia tidur.

Ketika anak mulai kelihatan bosan, ingin ditemani. Atau minta gendong. Biasanya, dengan spontan saya bilang, “Tunggu sebentar ya, Nak.”

Kemudian saya bilang kalau sedang nyuci baju. Berharap anak mengerti dan tidak rewel. Sambil main ciluk ba dari kejauhan. Dan biasanya dengan begini pun berhasil membuat anak senyum atau bermain sendiri untuk sementara waktu.

Walau sebenarnya di sebagian cerita, seorang ibu harus reflek lari ketika anaknya tahu-tahu sudah di pinggir kasur. Seperti yang pernah saya alami.

2. Menyusui sambil Makan

Seringkali pas lagi laper-lapernya, anak juga ingin menyusu. Kamu pernah mengalami hal seperti ini?

Mudah bagi seorang ibu melakukan dua hal atau lebih sekaligus meski kelihatannya ribet. Saya pun hampir tiap hari menyusui anak sambil makan.

Tentu menyusui anak tidak menjadi halangan bagi para ibu untuk makan dong. Walau sebenarnya sih kadang ingin menikmati makan dengan enak tanpa ada yang mengganggu.

Baca juga:  Miris! Eksploitasi Seksual terhadap Wanita Banyak Terjadi dalam 5 Hal Ini

Tapi bagaimana pun seorang ibu sudah pasti harus banyak-banyak bersabar. Menjalani rutinitas sehari-hari tanpa merasa diganggu oleh si kecil. Karena anak bukan lah beban bagi kita untuk melakukan pekerjaan rumah.

3. Mengerjakan Pekerjaan Rumah dengan Menggendong Anak

Mengurus suami, anak dan rumah bukan lah pekerjaan mudah. Apalagi anak masih bayi dan suami juga sibuk kerja.

Sebagai istri harus mengerti dan tidak boleh terus menerus mengeluh pada suami. Harus belajar bagaimana mengerjakan semua.

Untungnya ya. Perempuan sudah didesain sama Allah agar bisa melakukan segalanya. Maksud saya multi fungsi. Bahkan dapat mengerjakan beberapa hal sekaligus. Seperti menggendong anak sambil nyapu, ngepel, masak atau menjemur pakaian.

Jika hal semacam ini dilakukan oleh suami. Belum tentu bisa. Karena laki-laki biasanya hanya bisa fokus dengan satu hal.

Kebayang juga kan, Betapa ribetnya mengurus semua? Tapi jika sudah terbiasa. Semuanya akan menjadi mudah kok.

4. Antara Mangku Anak dan Main Handphone

Kadang mengerjakan pekerjaan rumah ada rasa bosennya juga. Seorang ibu pun butuh hiburan atau sekedar meminimalisir kejenuhan setelah melakukan segala kebutuhan suami, anak dan mengurus rumah.

Main handphone saat ini adalah salah satu hal yang dilakukan oleh ibu-ibu sambil mengurus semuanya. Apalagi menyambi mengurus anak.

Ada yang menyusui pun tidak hanya sambil makan. Tapi main handphone. Bermedia sosial. Atau pas lagi ada waktu senggang. Ada kesempatan buka handphone ya dibuka.

Kalau saya seperti ini biasa nulis sambil mangku anak yang lagi tidur. Daripada ngelamun atau pikiran kemana-mana. Jadi memanfaatkan waktu yang ada sebisanya. Atau pas ada kesempatan lain.

Yang perlu digaris bawahi disini. Jangan sampai gara-gara handphone atau bermedia sosial, semua tidak terurus. Terlebih anak. Jangan sampai terabaikan hingga terjadi suatu hal yang buruk kepadanya.

Baca juga:  Soal Wanita Bekerja, Jangan Marah pada Felix Siauw setelah Baca 5 Penjelasan Ini

Saya dan suami selalu saling mengingatkan. Ada waktu dimana kita bisa melakukan hal-hal yang kami sukai dan waktu untuk bersama anak.

5. Menyuapi Anak, Menyuapi Suami

Ada yang seperti ini juga? Saya begitu.

Dari usia enam bulan putri saya sudah mulai MPASI. Kadang pas lagi menyuapi anak, saya pun ikut makan. Pas saya lagi makan, suami juga ingin disuapi. Terus suami sambil bilang, “Kamu punya dua bayi, Dek.” Saya hanya senyum doang. Karena ini memang romantis.

***

Menjalani peran sebagai ibu rumah tangga tanpa asisten rumah tangga harus kuat-kuat. Apalagi punya bayi.

Saya bisa melakukannya tidak lain juga karena dukungan suami. Disaat saya sedang capek banget butuh rehat, dia lah yang sigap momong putri kami. Atau di lain kesempatan suami membantu saya mencuci pakaian juga peralatan dapur. Bahkan menyiapkan makan ketika saya sedang repot mengurus anak.

Biar pun seribet apa pun mengurus anak, suami dan rumah. Ditambah perlu mengurus diri sendiri juga. Semua akan lebih mudah dengan dukungan suami.

Meski terkadang di suatu waktu suami tidak di rumah, setidaknya melalui berkirim pesan. Saya merasa suami selalu disamping saya. Dengan begitu, semua terasa lebih ringan.

Misal. Ketika saya lagi repot sangat mengurus anak karena suatu sebab tertentu. Suami kirim pesan, ” Ya udah. Beli telur aja. Masak yang gampang”. Jadi pekerjaan saya bisa lebih ringan. Begitu.

 

Komentar

Windarti

Ibu rumah tangga yang nyambi jadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka.

Latest posts by Windarti (see all)

  •  
    36
    Shares
  • 36
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *