Berbakti pada Orangtua dengan Kulit Semangka

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 2124

Waktu Baca1 Menit, 39 Detik

DatDut.Com – Dikisahkan, di Samarkand ada seorang laki-laki yang sedang jatuh sakit. Lalu dia bernazar. “Jika Allah menyembuhkanku, maka aku akan bersedekah dengan amalku pada hari Jumat untuk kedua orangtuaku yang telah meninggal dunia,” kata laki-laki itu.

Ketika dia sudah sembuh dari sakitnya, dia bertekad untuk menunaikan nazarnya itu. Bagaimanapun juga, nazar merupakan janji kepada Allah yang harus ditunaikan. Dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari sesuatu yang dapat digunakannya untuk bersedekah. Namun, meski sudah seharian mencari, tetapi dia tak menemukan apa pun yang dapat digunakan untuk bersedekah.

Tentu saja hal ini membuatnya bingung, bagaimana mau melaksanakan nazar, tetapi tidak memiliki sesuatu yang dapat digunakan untuk menunaikan nazarnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk meminta pendapat pada seorang ulama yang terkemuka kala itu.

Setelah dia mengutarakan masalahnya, ulama yang didatanginya itu berkata, “Pergilah dan carilah kulit semangka. Bila sudah dapat, cucilah sampai bersih lalu berikan kulit semangka itu pada beberapa ekor keledai milik keluarga Rasaniq. Niatkanlah itu sebagai sedekah yang pahalanya kamu berikan pada kedua orangtuamu yang sudah meninggal. Dengan cara begitu, niscaya kamu akan terlepas dari nazarmu.”

Baca juga:  Ketika Gus Dur Diterawang Makamnya oleh Gus Miek

Laki-laki itu kemudian melaksanakan anjuran ulama tersebut. Untuk itu, dia  mencari kulit semangka sebagaimana yang diperintahkan oleh ulama tersebut. Setelah menemukannya, pada malam Jumat kulit semangka itu dia cuci sampai bersih. Lalu, kulit semangka itu diberikannya pada keledai milik keluarga Rasaniq. Semua itu dia niatkan sebagai sedekah bagi kedua orangtuanya yang sudah meninggal.

Pada malam Sabtu, dia bermimpi bertemu dengan kedua orangtuanya. Mereka memeluknya. “Anakku! Kamu telah melakukan segala kebaikan untuk kami hingga memberi semangka yang kami inginkan. Semoga kau diridai oleh Allah,” kata orangtuanya dalam mimpi itu.

Betapa senangnya laki-laki itu. Selain dia telah menunaikan nazarnya kepada Allah, dia juga telah membuat bahagia kedua orangtuanya yang sudah meninggal. Padahal, amal yang dilakukannya bukanlah termasuk amal yang sulit. Cukup dengan memberi makan keledai dengan kulit semangka, yang diniatkan sebagai sedekah bagi orangtuanya. Benar-benar kulit semangka yang ajaib.

Baca juga:  Musa, Qarun, dan Pelacur Bayaran

(Disarikan dari buku Ada Surga di Tapak Kaki Ibu karya Mokh Syaiful Bakhri).

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *