Bendera Arab Saudi dan Bendera ISIS Kok Tidak Disebut Bendera Tauhid?

  • 45
  •  
  •  
  •  
    45
    Shares

DatDut.Com –┬áKalau membaca sejarah aksara Arab, kalimat tauhid yang ada di bendera ISIS, justru jauh lebih dekat dengan model aksara pada rayah di zaman Nabi, daripada kalimat tauhid yang ada di bendera HTI.

Saya juga merasa perlu menyampaikan bahwa mestinya harus jujur bahwa itu bendera HTI. Jangan memframing dengan label bendera tauhid. Bukti paling sederhana soal ini adalah yang banyak komentar keras dalam isu ini–kalau mau jujur–kan tokoh-tokoh HTI.

Meski begitu, saya tetap setuju bahwa pelaku pembakaran itu harus ditindak dan diproses secara hukum. Bila sudah dilakukan oleh pihak kepolisian dan apalagi sudah ditetapkan sebagai tersangka, saya justru merasa aneh mengapa perlu ada aksi bela bendera segala.

Para pelakunya kalau melihat video yang beredar, juga masih terbilang Ababil (ABG labil), yang tidak punya kekuasaan (beda dengan kasus Ahok) atau apa pun yang bisa menghambat proses hukum. Setahu saya organisasinya juga tak membenarkan tindakan itu.

Dan, yang paling aneh justru mengapa bendera HTI ada di acara Hari Santri itu? Kalau pelakunya simpatisan HTI, tentu itu tindakan provokatif. Tapi kalau bukan, tentu kita harus lebih arif dalam menyikapinya, khawatir ada pihak-pihak yang senang dengan kekisruhan ini dan sengaja memanfaatkan ini untuk agenda dan kepentingannya.

Baca juga:  Surga Bukan Ditentukan karena Anda NU, Muhammadiyah, Salafi, Syiah, JIL atau ISIS!

Kembali soal bendera. Beberapa hari ini ada framing yang mengarahkan bahwa seolah-olah yang dibakar itu adalah bendera tauhid. Padahal, sejatinya itu adalah bendera HTI. Di bendera itu memang ada kalimat tauhid, tapi di bendera Arab Saudi dan bendera ISIS juga ada kalimat tauhidnya.

Karenanya, dua hari lalu saya menulis status berikut di akun FB saya:

Pada bendera ISIS, tidak ada tulisan ISIS. Yang ada kalimat tauhid.
Pada bendera Arab Saudi, juga tidak ada tulisan Arab Saudi. Yang ada kalimat tauhid.
Pada kain bungkus jenazah di keranda, pun tak ada tulisan bungkus jenazah. Yang ada kalimat tauhid.
Dan kita tak pernah salah mengidentifikasi mana bendera ISIS, mana bendera Arab Saudi, dan mana pembungkus keranda. Mengapa? Karena sudah menjadi pengetahuan dan pemufakatan publik soal simbol masing-masing.
Maka harus diakui saja bahwa itu bendera HTI. Jangan dibilang bendera tauhid, meskipun tulisannya kalimat tauhid.
Membakarnya memang tak dapat dibenarkan dan patut diproses secara hukum, karena ada kalimat tauhid di bendera itu.
Tapi mempolitisasi pembakarannya dan menyeret energi umat untuk mempolitisasinya, amat memalukan.

Dan, yang tidak kalah pentingnya, politisasi terhadap isu bendera ini harus segera dihentikan. Sepertinya ada pihak-pihak tertentu yang senang dengan isu ini, lalu memanfaatkan isu ini sebagai momentum untuk meraih simpati publik.

Baca juga:  Tambah Pinter Kok Malah Tambah Keblinger! Nasihat untuk yang Suka Nyeleneh agar Terkenal

 

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah
  •  
    45
    Shares
  • 45
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *