Belajar pada Mbah Google atau Langsung dengan Guru?

  • 14
  •  
  •  
  •  
    14
    Shares

DatDut.Com – Kemajuan teknologi membuat segala informasi yang kita inginkan mudah didapat. Hal tersebut berkat bantuan perkembangan teknologi internet. Salah satu yang paling penting adalah mesin pencari. Di antara mesin pencari yang ada, Google yang paling dikenal. 

Saking akrabnya dengan netizen, Google pun dijuluki “Mbah” oleh sebagian penggunanya. Kata mbah ini merujuk pada arti orang hebat yang memiliki kemampuan supranatural lua biasa.

Perangkat lunak ini mempermudah kita mendapatkan berita terbaru terkait kehidupan sehari-hari yang kita alami. Bahkan, informasi terkait hukum-hukum agama pun beredar cukup luas di Google.

Sehingga, kita lebih praktis mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Namun demikian, pengetahun langsung dari guru dengan pengetahuan yang didapat dari Google tentu berbeda. Paling tidak, ini 5 perbedaan di antara keduanya.

1. Doa Manusia dan Mesin

Manusia diberikan Tuhan kemampuan luar biasa, yaitu akal. Akal seseorang ketika sering diasah, maka akan semakin tajam. Akal pemberian Tuhan dapat digunakan manusia untuk memikirkan dan membuat sesuatu yang bermanfaat untuk umat manusia.

Namun, penyalahgunaan akal sebagai anugerah Tuhan juga kerap kali kita jumpai. Sementara itu, Google hanyalah mesin teknologi canggih buatan manusia yang memiliki keterbatasan dalam konteks tertentu.

Guru sebagai sosok manusia dapat kita mintai doanya. Ilmu berkah dan manfaat di antaranya didapatkan karena keikhlasan doa seorang guru.

Pada akhirnya, ilmu yang kita raih dapat bermanfaat untuk sesama umat manusia. Sementara itu, Google hanyalah benda mati yang tidak dapat kita mintai doa.

Baca juga:  5 Tip agar HP Gak Gampang Rusak

2. Instan dan Lama

Google memberikan kemudahan akses segala informasi yang kita inginkan. Tinggal searching kata kunci informasi yang ingin dicari, kemudian klik. Semua informasi terkait dengan kata kunci tersebut pasti akan keluar semua.

Saat ini, ada kecenderungan sebagian besar orang lebih suka yang serba instan. Hal ini membuat hampir semua orang memiliki ketergantungan dengan Google dan perangkat lunak semacamnya.

Perbedaan tersebut terlihat saat kita belajar langsung pada seorang guru. Membutuhkan waktu lama dan bahkan bertahun-tahun. Tentu, ilmu yang dihasilkan dengan instan dan butuh waktu lama sangatlah berbeda. Karena al-ajru bi qadrit ta’ab, imbalan itu setimpal dengan rasa lelah yang dirasakan.

3. Praktis dan Sulit

Belajar langsung pada guru membutuhkan tuntutan ekstra, seperti diberikan tugas menulis, menghafal, dan diskusi. Hal ini terasa lebih sulit bagi sebagian orang. Padahal, kesulitan yang kita hadapi saat mencari ilmu langsung pada guru dapat mengasah kedewasaan kita dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Sementara itu, kemudahan yang disediakan teknologi membuat seseorang sangat praktis dalam mendapatkan informasi. Akses internet dapat dilakukan kapan pun, di mana pun kita berada. Tipe orang yang hanya suka pada praktis saja dikhawatirkan tidak dapat bersaing positif dengan temannya yang lain.

4. Bebas dan Terarah

Salah satu tugas guru itu mengarahkan muridnya bila etika, ilmu, dan pengetahuannya tidak sesuai dengan norma agama, sosial-masyarakat, dan hukum yang berlaku.

Sehingga, murid yang dapat pengarahan langsung dari seorang guru akan berbeda hasilnya dengan yang mendapatkan informasi dari Google.

Baca juga:  Wah, Ternyata Pasta Gigi Juga Berguna untuk 5 Hal Ini!

Karenanya, sebelum Anda berguru langsung pada seorang guru atau ulama, janganlah mudah mengambil informasi yang Anda dapat dari Google. Bisa jadi, informasi yang Anda dapatkan tersebut keliru.

5. Berinteraksi Langsung dan Dunia Maya

Perbedaan yang satu ini juga dapat menjadi pertimbangan agar Anda belajar langsung pada guru. Interaksi secara langsung dapat kita rasakan saat berguru langsung pada seorang tokoh. Ketika masih ada kejanggalan, pertanyaan, dan problem dapat dikonsultasikan langsung pada guru.

Sementara itu, belajar melalui Google berarti Anda sedang berinteraksi dengan dunia maya. Betul, Google juga dapat menyajikan berbagai macam problem jawaban yang mengganjal di hati kita.

Namun, pemilihan selektif terhadap informasi yang didapatkan melalui Google harus kita waspadai betul. Apalagi yang kita ingin cari tahu adalah permasalahan agama yang tidak boleh sembarangan mengutip. Karenanya, enam kunci sukses mencari ilmu ini perlu Anda terapkan. Keenamnya itu pandai, semangat, sabar, biaya, arahan guru, dan waktu yang lama.

Komentar

Redaksi

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    14
    Shares
  • 14
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *