Asal Mula Alam Semesta, Ini 5 Penjelasannya

  • 28
  •  
  •  
  •  
    28
    Shares

Dibaca: 1338

Waktu Baca3 Menit, 17 Detik

DatDut.Com – Yang dimaksud alam semesta adalah segala sesuatu yang ada, dari benda terkecil sampai yang paling besar dan komplek. Dan, tidak ada seorang pun yang tahu seberapa besar alam semesta ini. Alam semesta ini fana. Ada penciptaan, proses dari ketiadaan menjadi ada, dan akhirnya hancur.

Berlangsung pula ribuan, bahkan jutaan proses fisika, kimia, biologi dan proses-proses lain yang tak diketahui. Kehebatan, kemegahan, keindahan, keserasian, dan kecanggihan sebuah sistem di alam semesta ini sangat tertata dan serasi. Pertanyaannya, apakah sistem yang demikian serasi terjadi dengan sendirinya tanpa ada campur “tangan” dari Yang Maha Pencipta? Berikut 5 penjelasannya:

1. Alam Hasil dari Dentuman Besar (Big Bang)

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Alquran pada ayat: “Dialah pencipta langit dan bumi,” (QS Al-An‘am [6]: 101). Keterangan yang diberikan Alquran ini sangat sesuai dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap.

Teori yang tersebar luas di kalangan masyarakat tentang proses penciptaan jagat raya ini adalah teori dentuman besar (teori big bang). Sebuah teori yang menyatakan bahwa jagat raya ini, ada dan berkembang setelah ledakan besar yang terjadi sekitar 10 sampai 20 milyar tahun yang lalu.

2. Berbentuk Bola Gas Padat dan Panas

Awal mulanya, jagat raya berbentuk bola gas yang padat dan panas. Elemennya terdiri dari gas yang panas, kemudian dingin setelah kurang lebih 1 juta tahun. Menurut sebuah teori, awal mulanya gas tersebut memadat dan itulah cikal bakal galaksi.

Baca juga:  Lima Orang Ini Berani Kritik Ulama yang Ilmunya Jauh di Atasnya

Setelah beberapa milyar tahun, jagat raya ini masih terus berkembang, meskipun ada partikel yang membuat satu sama lain saling menempel dengan sebab gravitasi seperti sebuah rangkaian galaksi yang tersusun rapi.

3. Alam Sebelum Big Bang

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, ternyata telah diinformasikan dalam Alquran 1.400-an tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.

4. Alam Mengembang

Sebelumnya, para ilmuwan juga belum tahu apakah jagat raya ini berhenti mengembang dan mulai menyusut. Atau, masih terus berkembang sampai tidak ada batasnya. Hanya Allah Swt. yang tahu akan hal ini. Dalam Alquran pengembangan alam semesta digambarkan dalam ini: “Langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Kami benar-benar meluaskannya,” (QS Adz-Dzariyat [51]: 47).

Kata langit pada ayat ini juga di banyak tempat lain dalam Alquran bermakna ‘luar angkasa dan alam semesta’. Dengan kata lain, dalam Alquran dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini. Padahal hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan.

Baca juga:  Felix Siauw: Tidak Ada Dalil Nasionalisme, Ini 5 Bantahannya

5. Permulaan Alam Semesta

Penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”. Fakta ini juga dibuktikan dari pengamatan langit pada 1929 dengan teleskop oleh Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.

Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus “mengembang”. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang.

Inilah salah satu kehebatan Alquran yang selalu melampaui zamannya. Kebenaran Kitab Suci umat Islam ini justru terbukti puluhan abad berikutnya. Dan, yang paling unik bahwa kebenarannya justru dibuktikan oleh orang-orang yang mulanya tak mengimaninya. Inilah yang membawa mereka akhirnya beriman dan bersyahadat atas kebenaran yang dibawa agama ini.

syarif hade

Dr. Moch. Syarif Hidayatullah | Founder DatDut.Com

@syarifhade

 

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
100 %
Surprise
Surprise
%

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah
  • 28
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *