Nggak Paham Makna Nisbah, Stiker “Nariyah = Pengikut Neraka” Dibully Nitizen

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Belum lama ini salah satu Fanpage (FP) Facebook kelompok Salafi-Wahabi memuat sebuah stiker yang bermuatan antisalawat nariyah. Cukup simpel pendek dan menohok. Itulah kesan yang ingin ditampakkan dalam stiker yang diunggah pertama kali oleh FP Hadis Shahih.

Stiker tersebut mengundang reaksi pro dan kontra. Yang pro tentu saja dari kalangan yang getol menyuarakan antibidah. Sedangkan yang kontra seperti biasa dari kalangan pengamal bidah hasanah.

Seperti biasa admin FP itu pun santai karena memang tak pernah membalas atau membantah komentar di kolom statusnya. Bahkan menu berkirim pesan dalam FP yang sering menebar status melecehkan amaliyah kelompok lain pun dimatikan.

Kalau tulisan Bantahan dan Penjelasan Tentang Salawat Nariyah merupakan ulasan dari sisi dalil dan memerinci kata-kata yang dianggap syirik, maka tulisan kali ini menelisik sisi lain yang unik dan lucu dari stiker antisalawat nariyah tersebut.

[nextpage title=”1. Macam-macam Makna Nisbah dalam Tatabahasa Arab”]

1. Macam-macam Makna Nisbah dalam Tatabahasa Arab

Stiker tulisan anti salawat tersebut mencoba mengurai kata Nariyah dengan penggalan Nar= Api Neraka, Iyah= Pengikut. Lalu, menyimpulkan terjemahan Nariyah= Pengikut Api Neraka. Pemenggalan kata tersebut jelas mengabaikan pengertian dan makna nisbah dalam tata bahasa arab (nahwu).

Nisbah menurut istilah adalah menambahkan ya’ tasydid pada akhir kata lalu memberi tanda baca kasrah pada huruf sebelum ya’, dengan tujuan menunjukkan penisbahan pada sesuatu (al-Asymuni, juz 3 hal 724).

Dalam kitab tersebut juga disampaikan bahwa tujuan pembentukan nisbah/nasab adalah menjelaskan kata yang dinisbahkan (al-mansub), atau mengkhususkannya. Hal itu dilakukan dengan menisbahkan al-mansub kepada tempat, kelompok suku, keilmuan yang dikuasai, pekerjaan, ataupun satu dari sekian sifat-sifatnya.

Dari pengertian di atas, ambil sebagai contoh kata Qahiry (قاهري) yang menunjukkan penisbahan pada daerah ‘orang Kairo’, Hasyimi (هاشمي) yang menunjukkan nisbah kepada suku ‘orang dari suku Hasyim’.

Selain itu, munculnya tambahan hak taknis (ة) pada akhiran berbagai kata nisbah merupakan konsekuensi dari terbentuknya nisbah sebagai golongan sifat.  Sehingga jika yang dijelaskan adalah kata yang tergolong feminin (muanats) maka akhiran nisbah harus diberi ha taknis. Contoh jamaah Islamiyyah (جماعة الإسلامية).

Terkait arti “Pengikut”, ini banyak terlaku untuk menunukkan arti kelompok, aliran ataupun mazhab. Munculnya tambahan ha taknis di akhir kata, tidak lepas dari adanya kata jamaah untuk menunjukkna arti pengikut, contoh: Syafi’iyyah (jamaah/golongan pengikut mazhab Imam Syafi’i).

Baca juga:  Ini 5 Fakta tentang Abu Janda Al-Boliwudi

Kembali ke penamaan Nariyah, munculnya “Iyah” alias hak taknits pada akhir kata “nar” tentu bukan karena menunjukkan penisbahan kelompok atau pengikut (jamaah)و tapi karena kata nariyah digunakan untuk menyifati kata salawat (صلوة) yang muanats. Sehingga artinya terjemah lengkapnya adalah Salawat yang sebangsa api atau Salawat Api.

Kenapa salawat ini disifati dengan api? Kembali ke uraian sebelumnya bahwa nama asli Sawalat Nariyah adalah Salawat Tafrijiyyah al-Qurthubiyyah (Syekh Muhammad Haqqi an-Nazili, Khazinah al-Asrar Jaliyah al-Adzkar, h. 167-168). Salawat ini merupakan salawat gubahan Syekh Abu Ishaq Ibrahim al-Tazy.

Oleh penduduk Maroko disifati dengan nar (api) karena begitu cepatnya hajat terkabul dengan dibacakan salawat ini, secepat api membakar. Jadilah Salawat Tafrijiyyah lebih masyhur dengan nama Salawat Nariyah.

Admin Fp Hadis Shahih tampaknya hanya memandang terjemahan kata syafi’iyah, hanafiyyah, malikiyyah sehingga menyimpulkan kata “Iyah” artinya hanya Pengikut. Juga terlalu bernafsu memvonis pengamal salawat nariyah sebagai tersesat dan masuk neraka, sehingga kata Nar yang makna aslinya adalah api segera saja diartikan sebagai api neraka.

[nextpage title=”2. Tata Bahasa dalam Stiker yang Lucu”]

2. Tata Bahasa dalam Stiker yang Lucu

Awas Jangan Ketipu. Shalawat Nariyah itu artinya Pengikut Neraka. Nar=Neraka, Iyah=Pengikut.  Mau ikut ke Neraka? Maka Janganlah dibaca dan diamalkan.

Begitulah teks pesan yang tertulis dalam stiker yang viral disebarkan oleh nitizen baik yang pro dan kontra. Ada yang men-share via tombol, ada pula yang cukup dengan screen shoot.

Tahukah Anda hal lucu dari pesan provokatif tersebut? Lihatlah bagaimana admin mengartikan kata shalawat nariyah sebagai ‘pengikut neraka’. Terlepas dari penerjemahan yang telah dibahas dalam poin pertama, gabungan kata shalawat nariyah hanya diterjemahkan “Nariyah” nya saja. Sedangkan kata shalawat (yang artinya adalah doa permohonan rahmat dan salam penghormatan) ditinggalkan.

Selain itu, saya khawatir jika nanti Admin belajar arti nisbah dari Wikipedia dan kbbi daring yang mengartikan dengan “perhubungan keluarga” atau “nama yg menyatakan seketurunan. Jadilah Nariyah=Keluarga Api Neraka/Keturunan Api Neraka.

Baca juga:  Kafir setelah Pakai Simbol Agama Lain, Apa Iya?

Soal salawat tersebut bukan redaksi yang diajarkan oleh rasulullah, silakan baca 5 Sahabat yang Melakukan Kreasi dalam Doa dan Salawat. Kalau sahabat dan tabi’in melakukan, kenapa mesti disesatkan?

[nextpage title=”3. Ini Komentar Seru Nitizen”]

3. Ini Komentar Seru Nitizen

Stiker antisalawat itu menjadi viral dan dijadikan bahan tertawaan di kalangan yang mendukung bacaan salawat nariyah. Berbagai komentar dilayangkan langsung maupun tidak langsung. Berikut sebagian komentar lucu mereka terhadap stiker provokatif milik FP hadis Shahih.

Berdasar penerjemahan nar sebagai ‘api neraka’, salah satu nitizen dengan nama FB Darmiji Shiddiq, memberi “terjemahan” berbagai kata yang mengandung “Nar”. Mulai kata umum hingga nama, bahkan nama seseorang yang akhir-akhir ini sedang ramai jadi perbincangan. Seperti ini komentarnya:

“Belajar dagelan sama anak wahabi.

Benar: Be =Jalan, Nar =Api Neraka (Jalan Api Neraka )

DINAR : Din = Agama, Nar =Api Neraka (Agama Api Neraka)

NARUTO: Nar = Neraka. Uto = Otomatis (Otomatis Masuk Neraka)

NARDI: Nar = Neraka. DI = Tempat (Tempatmu di Neraka)

NARTO: Nar =Api Neraka, To =UNTUK (Untuk Api neraka)

KISWINARTO: Kis= Cium, Wi =Kita, Nar =Api Neraka (Kita Cium Api Neraka)

SEMINAR: Semi =Setengah, Nar =Api Neraka (Setengah Api Neraka)

MUNARMAN: Mu =Kamu, Nar =Api Neraka, Man = Manusia (Kamu Manusia Api Neraka)

TENAR, SENAR, NARSIS, NARAPIDANA, MENARA, NARASUMBER, udah itu dulu… Hehehe”

Demikian, semoga para pengamal salawat nariyah meski divonis sebagai pengikut api neraka, tetap teguh berdoa, bertawasul dalam kecintaan kepada Rasulullah.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close