Apa yang Sebetulnya Terjadi di Suriah? Ini Pernyataan Sikap Persatuan Pelajar Indonesia di Suriah

0 0
  • 12
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares

Dibaca: 512

Waktu Baca2 Menit, 22 Detik

DatDut.Com – Konflik Suriah tentu saja memprihatinkan bagi seluruh umat Islam. Namun, ada yang lebih memprihatinkan lagi dari itu semua adalah pro-kontra umat Islam dalam menyikapi konflik tersebut. Berita yang beredar di Tanah Air, terutama di media sosial, simpang-siur.

Ada sebagian kelompok yang menganggap konflik Suriah adalah konflik sektarian. Kelompok ini terus-menerus menyebarkan propaganda kalau konflik tersebut akibat paham radikal sembari menyerang kelompok radikal yang ada di Tanah Air, bahkan mengaitkan kemungkinan terjadinya konflik serupa dalam kasus Aksi Bela Islam.

Ada kelompok lain lagi yang menganggap konflik itu adalah bagian dari skenario besar dari kekuatan besar di luar Suriah terkait politik global. Kelompok yang ini biasanya menganggap konflik Suriah adalah kelanjutan dari skenario Arab Spring. Kelompok kedua ini menekankan bahwa yang terjadi di Suriah bukan konflik sektarian.

Nah, dalam kaitan itu pula Persatuan Pelajar Indonesia Suriah mengeluarkan press release. Suatu langkah yang tepat, setidak-tidaknya memberi informasi pada masyarakat mengenai apa sebetulnya yang terjadi di Suriah dalam sudut pandang mahasiswa yang sedang kuliah di sana. Berikut isi lengkap pernyataan sikap PPI Damaskus:

Baca juga:  Surat Terbuka untuk Maaher alias Sony Bunglon yang Kemarin Sok-sokan Membully Nusron Wahid

1. Sebelum konflik (2011), Suriah termasuk dalam 5 besar kategori negara-negara dengan tingkat kriminalitas terendah.

2. Suriah adalah negara sekuler-sosialis, multi-etnis  (Arab, Kurdi,  Armenia, Turkman dan lainnya), multi-agama & sekte (Muslim Sunni, Syi’ah, Kristen Katolik, Ortodox Timur, Ortodox Syria, Protestan, Druze & Atheis)

3. Kebutuhan pokok masyarakat seperti listrik, air dan roti disubsidi oleh pemerintah.

4. Pendidikan dan pelayanan kesehatan di rumah sakit negeri disubsidi penuh oleh pemerintah.

5. Kehidupan beragama di Suriah cukup moderat dan sangat toleran.

6. Suriah merupakan Negara yang sangat concern terhadap problematika Palestina dan menjadikannya sebagai isu nasional.

7. Warga Negara Indonesia (WNI) di Suriah terdiri dari :
– PRT yang tersebar hampir di seluruh provinsi.
– Dan para pelajar yang hanya berada di ibukota Damaskus.

8. Konflik di Suriah bukanlah konflik sektarian. Melainkan konflik yang berkaitan erat dengan berbagai kepentingan politik regional dan global.

9. Tentara Nasional Suriah merupakan tentara yang terdiri dari berbagai suku dan agama.

10. Secara geografis, letak provinsi Aleppo sangat strategis dan merupakan kota terbesar kedua setelah ibukota Damaskus yang terkena imbas konflik paling parah, sehingga diperebutkan oleh kelompok-kelompok yang terlibat konflik.

11. Menghimbau pemerintah RI untuk mewaspadai WNI yang pernah terlibat konflik Suriah dan melakukan kordinasi dengan Perkumpulan Alumni Syam Indonesia (AL-SYAMI) sebagai wadah resmi alumni PPI Suriah di tanah air.

12. PPI Suriah mengecam keras segala bentuk kekerasan atas nama agama dan segala bentuk aksi yang dapat mengancam kesatuan NKRI atau menggangu keharmonisan bersama.

13. Menghimbau masyarakat Indonesia yang ingin memberikan bantuan untuk warga Suriah agar disalurkan melalui lembaga resmi yang dikordinasikan dengan perwakilan RI setempat.

14. Menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya.

15. Menghimbau kepada pemerintah Indonesia untuk lebih berperan aktif dalam penyelesaian konflik di Suriah melalui jalur diplomasi di forum-forum internasional.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi
  • 12
    Shares

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *