Ini Anggapan-anggapan Keliru tentang Anak Zina

Pin It

DatDut.Com – Anak zina merupakan istilah yang dikenal di masyarakat untuk menyebut anak hasil perzinahan. Selain anak zina, ada sebutan lain untuk anak yang terlahir dari perzinahan, seperti anak jadah atau anak gelap.

Sebutan ini mungkin bagian dari hukuman sosial bagi pelaku perzinahan. Tidak hanya bapak-ibunya yang lebih dulu dihukum secara sosial, tapi juga anak yang terlahir kemudian juga mendapat perlakuan dan pandangan tidak menyenangkan dari masyarakat. Namun, banyak anggapan di masyarakat yang tak sepenuhnya benar terkait anak zina. Berikut 5 pandangan keliru tersebut:

1. Tidak akan Masuk Surga

Anak zina disebut tidak akan pernah masuk surga. Pandangan ini sepertinya dikaitkan dengan hadis yang menyatakan, “Anak zina tidak dapat masuk surga,” (H.R. Ahmad).

Padahal hadis yang terkait dengan anak zina di atas masih bersifat umum dan belum ada batasannya. Menurut para ulama, hadis itu berlaku pada anak zina yang tidak mau bertobat dan berbuat baik.

Namun, jika anak itu mau bertobat, memohon ampun dosa kedua orangtuanya, dan tidak mengulangi kesalahan kedua orangtuanya, maka ia juga dapat masuk surga.

Ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam bahwa semua dosa bisa terampuni. Hanya syirik saja yang tidak bisa diampuni. Allah Swt. berfirman, “Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya,” (Q.S. An-Nisa [4]: 116).

Baca juga:  Jangan Dulu Nyiyir pada Polisi Soal Bom Panci dari Bekasi dan Ngawi sebelum Tahu Bahayanya

Terkait dengan masalah masuk surga dan tidaknya anak itu, semuanya harus diserahkan pada Allah, karena hanya Allah saja yang Mahatahu segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tidak. Anjing saja bisa masuk surga, padahal ia termasuk hewan yang najis. Hal ini seperti kita dapati pada anjing dalam kisah Ashabul Kahf.

2. Masuk Surga setelah Membunuh Orangtua

Anggapan lain yang juga tak kalah mirisnya saat kita mendapati orang mengatakan, “Anak zina baru bisa masuk surga setelah membunuh orangtuanya.”

Ini jelas anggapan yang sesat dan tak berdasar. Menghalalkan membunuh terhadap sesama Muslim saja kafir, apalagi terhadap orangtuanya sendiri. Dari sudut pandang manapun, ini tak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan akal sehat.

3. Tidak Boleh Dipegang

Ada pula anggapan yang tidak memperbolehkan memegang anak zina. Ini jelas berlebihan dan menyimpang. Anggapan yang jelas tidak ada landasannya dalam agama.

Pada titik tertentu, ini bisa merusak tatanan hidup. Anak yang terlahir dari hubungan gelap, dikucilkan dan tidak diberi harapan untuk memperbaiki kesalahan orangtuanya.

4. Tidak Pernah Menjadi Orang Baik

Anggapan ini akibat salah memahami sabda Rasulullah saw.:  “Anak zina itu jelek dalam tiga hal.” Padahal maksud sabda Rasulullah ini bahwa (1) bapaknya jelek; (2) ibunya jelek; dan (3) terlahirnya anak tersebut juga jelek, karena kelahirannya biasanya tidak diinginkan.

Baca juga:  Ini Karya-karya Foto Editan Photoshop Agan Harahap yang Mengegerkan Dunia Maya

Sayangnya, pada umumnya anak zina itu berperilaku tidak baik dan banyak melakukan penyimpangan dari syariat. Jarang sekali di antara mereka yang menjadi orang yang baik. Namun, ini tidak berarti anak zina tak akan pernah bisa menjadi baik.

Para ulama menyebut, potensi tidak baik anak zina ini karena bahan dasar anak tersebut (sperma dan sel telurnya) bukan sperma dan sel telur yang baik, hasil dari hubungan yang tidak dibenarkan oleh agama.

5. Kelahirannya Saja Dosa

Bila mau merenungkan, keberadaan anak jadah itu jelas bukan kesalahan si anak. Ia terlahir karena kesalahan dari kedua orangtuanya. Pertanyaannya sekarang, mengapa yang disia-siakan malah anaknya. Padahal yang seharusnya justru kedua orangtuanya yang disalahkan, karena mereka berdua yang menyebabkan anak tersebut lahir. Jadi, yang berdosa bukan anaknya, tetapi perilaku bapak-ibunya.

 

 

Measha

Measha

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ibu rumah tangga yang menggemari film korea dan martabak manis juga pesmol gurame.
Measha

Post Author: Measha

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ibu rumah tangga yang menggemari film korea dan martabak manis juga pesmol gurame.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *