America’s Got Talent, Demian, dan Mental Sukses  

  • 19
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares

DatDut.Com – Baru-baru ini, negara kita tercinta melahirkan seorang pemuda yang berani tampil dalam acara America’s Got Talent lewat seni sulapnya. Dia adalah Demian.

America’s Got Talent (AGT) sendiri merupakan ajang audisi pencarian bakat bergengsi secara internasional. Tidak semua orang bisa mengikuti audisi itu. Di America’s Got Talent season 12, episode pertama yang diselenggarakan pada hari selasa (30/5/2017). Di mana Demian berhasil membawa nama baik bangsa Indonesia.

Penampilan Demian yang dibelenggu tangan, kaki dan lehernya. Kemudian ia ditaruh di dalam kaca berbentuk akuarium untuk meloloskan dirinya selama kurang dua menit, sebelum pasir seberat 400 kilogram menimpa tubuhnya. Aksi itu membuat para juri tercengang sekaligus menuai pujian dan mendapat tepukan meriah dari para penontonnya.

Berbagai pujian datang dari warganet luar dan dalam negeri di kolom komentar saluran resmi YouTube AGT sehingga menjadikan nomor satu trending topic selama beberapa hari dan ditonton sebanyak 16 juta kali.

Baca juga:  Ini 5 Pejabat Indonesia Zaman Dulu yang Hidup dalam Kesederhanaan

Namun, ada juga beberapa warganet asal Indonesia berkomentar negatif, seperti hinaan, kritikan, cacian dan celaan. Deddy Corbuzier menyesalkan komentar negatif dari orang-orang Indonesia di kanal youtube pribadinya.

“Kalau dimulai dengan ada seseorang berkarya. Lalu mulai dengan cemohaan-cemohaan lagi, mulai dengan nyinyiran-nyinyiran dari orang lain lagi. Yang dikomen itu banyak. Lalu, pertanyaan saya cuman satu. Eehh….Kalian mau jadi apa? All you can do it, just comment negative? That’s All.

“Kalau kamu ga suka tunjukkin dengan karya kalian. Bukan cuman ngomong. You know what? You are an idiot!” lanjut Deddy.

Pengalaman Demian serupa dengan apa yang dialami oleh saya. Ketika itu, saya bercita-cita menjadi dosen di hadapan teman-teman. Tetapi saya mendapatkan respons negatif, seperti ditertawakan, direndahkan, dan dicela.

Baca juga:  5 Pembelaan untuk Bima Arya

“Mana mungkin kamu bisa jadi sosen? Wong pikiran dan mental kamu aja seperti anak-anak. Yang ada nanti kamu di bully oleh mahasiswanya!” ujar teman saya.

Dalam hati ini berkata “Suatu hari, saya akan membuktikan kepada teman-teman bahwa saya bisa menjadi dosen.”

Muhammad Syaid Agustiar

Muhammad Syaid Agustiar

Saat ini bekerja di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Mind Revolution. Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur. Aktif menulis artikel ringan di berbagai media online.
Muhammad Syaid Agustiar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *