Inilah 5 Kelompok Bait Alfiyah yang Sulit Dilafalkan Santri

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Masih tentang Alfiyah. Bila kemarin saya menulis tentang filosofi hidup dalam bait-bait Alfiyah (Baca: Temukan 5 Filosofi Hidup di Balik Bait-bait Alfiyah Ibnu Malik), kali ini saya mencoba mengurai bait-bait yang biasanya sulit dilafalkan. Itu pun menurut survei saya pribadi. Selain jumlah baitnya yang banyak, mencapai 1002 bait, sebagian baitnya terdiri dari kata yang susah diucapkan. Terlebih santri terlatih melafalkan hafalannya dengan bacaan cepat agar segera selesai  Tetapi mempelajari nahwu memang asyik. Berbeda dengan fikih yang selalu berubah sesuai perkembangan masalah yang ada di dunia ini, kaidah-kaidah nahwu selamanya akan tetap paten tanpa perubahan.

Selain itu, semakin besar kitab pedoman nahwu yang dipelajari, semakin banyak pula variasi pendapat yang disuguhkan. Namun tetap saja kaidah nahwu itu hanya seperti itu saja, tak diubah-ubah. Dari dulu hingga sekarang, hafal bait-bait Alfiyah yang mencapai 1002 bait merupakan kebahagiaan tersendiri. Kecuali memang perkembang linguistik Arab modern yang banyak terpengaruh tokoh-tokoh Barat. Anda dapat melihat di karya-karyanya Tamam Husan, Kamal Bisyr, Ahmad Mukhtar Umar, dan lain sebagainya. Tapi tetap, basic gramatika Arab mereka melalui tahapan-tahapan yang kurang lebih seperti di pesantren. Mereka mengkaji Jurumiyah, Mughni Labib, dan Alfiyah. 

Banyak kalangan kiai maupun santri yang menghafal nazam kaidah nahwu tersebut. Proses hafalan pun menjadi kenangan tersendiri. Bagaimana harus mengulang hafalan, mencari tempat nyaman untuk hafalan, hingga harus terjungkal karena kantuk berat saat hafalan malam hari. Di antara sekian banyak bait Alfiyah, ada beberapa bait yang tergolong sulit dihafalkan. Penyebabnya antara lain komposisi huruf dalam kata tertentu yang menjadikannya sulit diucapkan. Ada juga yang menjadi sulit karena banyak kemiripan dengan bait lain disebabkan ada suku kata yang sama dan dimuat berulang dalam beberapa tempat. Nah, berikut ini 5 kelompok bait Alfiyah yang sulit dihafal:

Baca juga:  Hikmah Iblis Abadi Versi Ibnu Qayyim Jauziyah

1. Inn Wi in waqa’

Bait nomor ke 153 ini bagi sebagian orang akan sulit dihafal karena pengucapannya agak rumit. Baitnya seperti ini:

وَمُضْمَرَ الْشانِ اسْمَاً انْوِ إنْ وَقَع #  مُوْهِمُ مَا اسْتَبَانَ أَنَّهُ امْتَنَعْ

Kerumitan ada pada pengucapan yang berbunyi, “…syanismaninwi in waqa’”. Terdapat rumitnya beberapa bunyi in berdekatan.

2. Ma dan Mi

وَلِرَأَى الْرُّؤيَا انْمِ مَا لِعَلِمَا #  طَالِبَ مَفْعُوْلَيْنِ مِنْ قَبْلُ انْتَمَى

Bait ke 215 ini memberikan keruwetan pada kata inmi ma li alima. Bagi sebagian orang, karena huruf mim itu ringan pengucapannya, ketika berederet seperti ini justru menimbulkan kesulitan.

3. Berulang idz

إِفْرَادُ إِذْ وَمَا كَإِذْ مَعْنَىً كَإِذْ #  أَضِفْ جَوَازَاً نَحْوُ حِيْنَ جَا نُبِذْ

وَابْنِ أَو اعْرِبْ مَا كَإِذْ قَدْ أجْرِيَا #  وَاخْتَرْ بِنَا مَتْلُوِّ فِعْلٍ بُنِيَا

Dua bait di atas ada dalam bab idhafah dengan urutan bait ke 400. Kerumitan hafalan muncul saat menyadari bahwa dalam satu bait ada beberapa kata idz yang bertubi-tubi. Apalagi jika melihat bait sebelum 2 bait diatas juga memuat kata idz. Kemudian dalam bait setelahnya juga bertemu idz dan idza. Rekaman dalam memori serasa bertabrakan. Penghafal harus menemukan titik beda agar tak terjebak saat menghafal dan menyetorkan hafalan.

4. Kumpalan Wazan yang Mirip

فِي فَعْلٍ اسْمَاً مُطْلَقَ الْفَا #  وَفَعَلْ لَهُ وَلِلْفُعَالِ فِعْلاَنٌ حَصَلْ

وَشَاعَ فِي حُوْتٍ وَقَاعٍ مَعَ مَا #  ضَاهَاهُمَا وَقَلَّ فِي غَيْرِهِمَا

وَفَعْلاً اسْمَاً وَفَعِيْلاً وَفَعَلْ #  غَيْرَ مُعَلِّ الْعَيْنِ فُعْلاَنٌ شَمَلْ

Tiga bait di atas merupakan sebagian dari bait-bait dalam bab Jama’ Taktsir (jamak yang perubahannya hampir tidak teratur, ed) yang menyuguhkan banyak wazan atau pola untuk membentuk jama’ taktsir. Bab yang berisi 44 bait ini salah satu bab tersulit karena banyak wazan mirip yang dicantumkan.

Baca juga:  Kosakata Unik dan Sisipan Pesan Moral dalam Kitab Tanwirul Qari, Syair Tajwid Berbahasa Jawa

5. Hati-Hati Bacaan Nun Washal

وَفِي اسْمٍ اسْتٍ ابْنٍ ابْنُمٍ سُمِعْ  #وَاثْنَيْن وَامْرِىء وَتَأْنِيْثٍ تَبِعْ

Bait yang merupakan ketentuan hamzah washal ini mendapat perhatian khusus bagi yang menghafalkan. Karena, bunyi bacaan dari tulisan Arab di atas, dengan mendatangkan nun washal pada harakat tanwin yang bertemu hamzah washal, menjadi begini: Wa fisministinibnibnumin sumi’ # …

Coba Anda ucapkan kata yang bergaris bawah jika ingin merasakan ruwetnya.

Dari sekian santri yang menghafal dan pernah saya simak, bait ini sepertinya yang paling ruwet sampai-sampai si santri mengucapkan hafalannya sembari merem-merem dan manggut-manggut memposisikan bibirnya secara tepat.

5 kelompok bait rumit dalam Alfiyah di atas bukanlah satu kepastian karena tiap orang bisa berbeda kesulitannya. Setidaknya, dari pengalaman menjaga setoran hafalan, banyak santri yang kesulitan mengucapkan 5 kelompok bait di atas dengan lancar. Ibarat naik motor, melewati bait-bait tersebut seperti melewati jalan berlobang atau licin yang bisa menggelincirkan pengendara.

nasrudin maimun

Penulis : Nasrudin | Penulis Tetap DatDut.Com

FB: Nasrudin El-Maimun

 

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin
Close