Akibat Tolak Muslim Masuk Amerika, Donald Trump Dapat 5 Hukuman Ini

  • 43
  •  
  •  
  •  
    43
    Shares

Dibaca: 336

Waktu Baca2 Menit, 12 Detik

DatDut.Com – Donald Trump pada (16/06/15) mendeklarasikan maju sebagai salah satu kandidat Presiden Amerika melalui Partai Republik untuk pemilihan tahun 2016. Namun, calon presiden yang satu ini sangat gemar mempropagandakan rasisme terhadap Muslim.

Sehingga ketika beberapa anggota DPR RI menghadiri kampanye Donald Trump mendapat kritikan pedas dari masyarakat Indonesia, di antaranya Imam Shamsi Ali yang bertugas menjadi Imam Besar Masjid al-Hikmah, New York, Amerika (Baca: 5 Surat Terbuka Paling Fenomenal). Bahkan, Trump mengancam umat Muslim memasuki Amerika. Tentu, sikapnya mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Ini 5 di antaranya.

1. Skotlandia Cabut Posisi Trump Sebagai Duta Bisnis

Skotlandia secara tegas memberi sanksi terhadap sikap rasis Donald Trump. Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon mencabut gelar Trump sebagai Duta Bisnis Skotlandia, seperti dikutip Tempo.co.

Ibu Trump yang berasal dari Pulau Lewis, Skotlandia, membuat Skotlandia bangga memberikan gelar kehormatan Duta Bisnis untuk Donald Trump sejak tahun 2006. Namun gelar tersebut ditarik kembali karena melakukan kampanye anti-Muslim, seperti dikutip Kompas.com.

2. Gelar Doktornya Dicabut

Donald Trump mendapatkan gelar doktor kehormatan dalam bidang Administrasi Bisnis dari Robert Gordon University, Aberdeen, Skotlandia, pada 2010 lalu. Suzanne Kelly, seorang warga Aberdeen, mengusulkan pencabutan gelar doktor tersebut.

Baca juga:  Karamah Mbah Kiai Syafa'at, Ulama Karismatik Banyuwangi, Pendiri Pesantren Darussalam Blokagung

Seperti dikutip Detik.com, Kelly memang intens mengkritik Trump terkait akitivitas bisnis dan politik Trump. Bahkan Kelly melaporkan tulisannya terkait isu proyek pengembangan resor golf Trump yang merugikan warga lokal.

3. Warga Inggris Tolak Kedatangannya

Suzanne Kelly yang disebutkan pada poin sebelumnya juga berhasil mengajak warga Inggris untuk menyebarkan petisi elektronik yang melarang Trump menginjakkan kaki ke seluruh wilayah Britania Raya.

Sementara itu, Merdeka.com melaporkan bahwa Politikus Partai Buruh, Jack Dromey, dan Pemimpin Partai Hijau, Natalie Bennet, berjani akan membahas secara serius terkait tuntuan rakyak dalam petisi tersebut.

4. Produknya Ditutup di Timur Tengah

Calon Presiden Partai Republik ini, memiliki banyak perusahaan di beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Uni Emirat Arab, Azerbaijan, Turki, dan Indonesia, seperti dilaporkan Cnnindonesia.com.

Sejak pernyataan rasisnya tersebut, Landmark, menarik semua produk Trump Home. Landmark adalah salah satu grup ritel terbesar yang berpusat di Dubai. Grup perusahaan ini beranggotakan 190 swalayan di Timur Tengah, Afrika, dan Pakistan, seperti dikutip Antaranews.com. 

Baca juga:  Dr. Afifudin Dimyathi, Produktif Berkarya dalam Bahasa Arab

5. Gedung Putih Minta Partai Republik Gagalkan Pencalonan Donald Trump

Gedung Putih juga meradang akibat pernyataan rasisme Trump. Bahkan, Seperti dikutip Detik.com, Juru Bica Gedung Putih, Josh Ernest, mengatakan bahwa sikap rasisme Trump seharusnya mendiskualifikasinya sebagai calon presiden. Menurutnya, seruan Trump ini dikhawatirkan akan memicu banyak kecaman global.

Partai Republik memegang kuat perintah ke-11 era Presiden Ronald Reagan yang melarang anggota Partai Republik mengecam satu sama lain. Karenanya, Josh Ernest menantang semua anggota Partai Republik untuk menolak rasisme Trump.

ibnu kharish1Penulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Harish

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi
  • 43
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *