Agnez Mo Di-Bully Hanya karena Tulisan Arab? Baca 5 Penjelasan Ini

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 296

Waktu Baca3 Menit, 0 Detik

DatDut.Com – Penampilan Agnez Mo atau Agnes Monica saat tampil di konser perayaan ulang tahun Indosiar ke-21, Senin (11/01/16) menuai kontroversi. Pasalnya, Agnes mengenakan pakaian yang menerawang dengan tulisan berbahasa Arab al-muttahidah yang artinya ‘persatuan’.

Tema kostum berbahasa Arab tersebut bisa jadi merespon kondisi konflik di berbagai belahan negara-negara Timur Tengah yang tidak ada henti-hentinya saling berperang. Atau, bisa jadi Agnes ingin memberikan pesan persatuan secara umum untuk umat manusia. Hal ini tentu terlepas dari busana yang dikenakan Agnes yang tidak sesuai budaya ketimuran. Para netizen yang mencibirnya beranggapan bahwa Agnes telah melecehkan agama Islam. Benarkah bahasa Arab identik dengan Islam? Berikut 5 penjelasannya:

1. Bahasa Arab Bukan Hanya Bahasa Agama

Bahasa Arab bukanlah sekedar bahasa agama. Bahasa Arab itu bahasa kebudayaan, bahasa teknologi, bahasa politik, bahasa ekonomi, dan lain sebagainya. Informasi mengenai bahasa Arab hanyalah bahasa agama justru cukup merugikan para pengguna dan pecinta bahasa Arab di Indonesia. Hal ini terbukti dari minimnya lembaga kursus bahasa Arab bonafid. Dalam hal ini, tempat kursus bahasa Arab tertinggal jauh dengan tempat kursus bahasa-bahasa lain yang sudah maju.

Dogma bahasa Arab sebagai agama tentu membuat enggan sebagian orang mempelajari bahasa Arab. Persepsi mereka, belajar bahasa Arab sama saja cuma belajar Iqra’, Juz ‘Amma, dan Alquran. Jelas ini persepsi yang menyesatkan. Sekadar informasi, di sebagian kampus negara-negara Eropa, Prancis misalnya, bahasa Arab itu menjadi bahasa yang wajib dipelajari (Baca: Belajar Bahasa Arab di 5 Universitas Prancis). Ingat, penduduk Prancis mayoritas bukan Muslim, loh! Karenanya, tidak semua yang serba Arab itu suci.

Baca juga:  Video Polisi Ditantang Emak-emak yang Tak Lulus Ujian SIM

2. Doktrin Bahasa Arab sebagai Bahasa Surga

Doktrin bahasa Arab sebagai bahasa surga memang bersumber dari Hadis Nabi. Namun perlu diingat, tidak semua Hadis Nabi itu sahih. Ada ilmu tersendiri untuk meneliti sebuah Hadis, yaitu Mushtalah Hadits. Namun, Hadis mengenai bahasa Arab sebagai bahasa surga itu daif. Bila tidak percaya, silakan diteliti ulang.

Dan, jangan salah, loh, ya. Menurut catatan sejarah, bahasa Ibrani juga pernah dianggap menjadi bahasa surga. Nah, karena sulitnya membuktikan bahasa apa yang digunakan oleh penghuni surga, kita tidak perlu fanatik mengenai hal ini, sehingga membuat orang lain yang tidak mengerti bahasa Arab dikucilkan.

3. Bahasa Arab yang Sakral Hanya Alquran

Ulama sepakat bahwa Alquran itu sumber utama umat Islam. Alquran merupakan firman Allah yang suci, dan haram untuk dinistakan. Jangankan isi Alquran, sampul, lempengan Alqurannya saja sangat dimuliakan dalam Islam. Karenanya, wajar bila umat Islam mempermasalahkan terompet berbahan sampul Alquran beberapa waktu sebelum tahun baru 2016 (Baca: Terkait Terompet Alquran, Ini 5 Cara Muliakan Alquran Menurut Ulama).

Jadi, hanya tulisan bahasa Alquran yang harus memilik wudu ketika menyentuh atau membawanya. Walaupun demikian, memang dalam tradisi pesantren diajarkan bahwa ketika hendak mengaji kitab-kitab studi Islam dianjurkan untuk berwudu, tapi tidak wajib. Hanya berupa etika.

Baca juga:  Ketika Purgatory Bershalawat Asyghil

4. Sikap Awam dan Fanatisme

Para netizen yang mengecam tindakan Agnes bisa jadi mereka awam dan bahkan tidak mengerti sama sekali mengenai bahasa Arab. Akan tetapi, karena mereka tidak merasa atas keawamannya, yang muncul kemudian adalah sikap fanatisme yang tak mendasar.

Kalau mau mengkritik Agnes, cukuplah kritik busanya saja yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran. Ini juga bukan masalah aurat. Karena Agnes bukan Muslim. Walaupun demikian, berilah masukan pada orang lain dengan cara yang santun dan bijak. Jangan menghakimi, apalagi mem-bully. 

5. Pakaian Berbahasa Arab

Inti berpakaian dalam Islam itu menutup aurat. Memakai pakaian yang berbahasa Arab tidak mesti melecehkan agama Islam. Kecuali, bahasa Arabnya itu berupa kata Allah atau Muhammad yang sengaja didesain dan ditaruh di bagian bokong, misalnya. Selagi hanya tulisa bahasa Arab yang tidak sakral, berarti tidak ada kaitannya sama sekali dengan Islam.

harisPenulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Kharish

 


0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi