Agar Mahasiswa Baru Tak Terpengaruh Ideologi Radikal

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.com – Ujian Akhir Semester telah selesai, liburan pun dimulai, pertanda musim maba (mahasiswa baru) tak lama lagi akan tiba.

Musim yang dinanti-nantikan oleh mereka calon mahasiswa karena akan memasuki dunia baru, dan juga dinanti-nantikan oleh mereka para organisatoris karena akan memupuk kader baru.

Layaknya ikan segar yang diincar ibu-ibu di pasar, maba selalu menjadi incaran para aktivis organisasi, baik itu intra kampus maupun ekstra kampus sebagai kader penerus.

Sifat labil dan antusiasme yang tinggi karena memasuki dunia baru (dunia kampus), memudahkan untuk merekrut dan menanamkan dogma-dogma yang sifatnya esensial di kepala para maba.

Mereka tak jauh bedanya dengan anak kecil yang baru belajar mengenal lingkungan sekitar, sehingga apa yang mereka terima itulah yang akan tertanam kuat di kepala mereka.

Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah beredarnya isu radikalisme yang kini memasuki wilayah kampus.

Mahasiswa menjadi target mereka karena mereka menganggap jika sudah mampu mendoktrin mahasiswa yang notabane nya kaum terpelajar maka akan lebih mudah mendoktrin masyarakat umum.

Baca juga:  Ini Pesan Heroik Panglima TNI Gatot Nurmantyo pada Kuliah Kebangsaan di UIN Jakarta

Berbagai tindakan preventif telah dilaksanakan oleh pihak kampus atas hal ini. Namun akan kurang maksimal jika tidak disertai dengan perlindungan dari diri mahasiswa itu sendiri.

Karena ancaman yang akan mereka hadapi bukan ancaman fisik yang dapat dilihat oleh mata, tapi berupa ideologi yang jika tidak peka maka akan sangat mudah terjurumus ke dalamnya.

Karenanya, sebagai mahasiswa baru hendaklah memerhatikan hal-hal berikut:

1. Selektif dalam memilih mentor atau pembimbing

Sifat labil dan rasa keingintahuan yang tinggi maba akan dimanfaatkan oleh mentor-mentor untuk menanamkan pemahaman-pemahaman baru yang sifatnya radikal dan biasanya hal itu lebih mudah diterima oleh maba.

Maka dari itu, maba harusnya berhati memilih mentor ataupun pembimbing, hendaknya orangnya benar-benar dapat dipercaya.

Jika terdapat keanehan maka jangan ragu untuk melapor ke pihak kampus. Berhati-hati jika ada yang mengajak masuk ke dalam perkumpulan atau organisasi

2. Berhati-hati jika ada yang mengajak masuk ke dalam perkumpulan, organisasi, ataupun sejenisnya

Modus yang paling sering terjadi ialah menjadi mentor atau pembimbing untuk menjalin kedekatan emosional dengan maba seperti menemani makan, mencari tempat tinggal dan sebagainya.

Baca juga:  Ini 5 Fakta tentang Organisasi Mahasiswa PelindungĀ Homoseksual

Sehingga ketika ia menawarkan untuk masuk ke organisasinya, maba akan merasa berat hati untuk menolak.

Maka dari itu maba harus selalu bersikap skeptis terhadap hal-hal yang sifatnya baru dikenal baik itu teman, mentor ataupun paham ideologi.

Biasakan menyaring informasi, konsultasi dengan orang yang betul-betul dipercaya agar terhindar dari dari paham-paham radikal ataupun ekstrim.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi

Latest posts by Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi (see all)

One thought on “Agar Mahasiswa Baru Tak Terpengaruh Ideologi Radikal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close