Agar Hati Bisa Khusyuk Saat Shalat

  • 17
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares

DatDut.Com – Shalat merupakan suatu ibadah yang menghubungkan antara hamba dan Rabb-nya. Untuk menjalin komunikasi tanpa memikirkan keduniawian, maka diperlukan sikap lahir, batin dan totalitas.

Akan tetapi, untuk mencapai taraf itu bukanlah perkara sepele. Terkadang kita tidak dapat mengendalikan pikiran yang berkembang liar, disebabkan karena masalah tersebut sering dialami oleh semua orang pada saat melakukan shalat.

Seringkali terjadi, di tengah-tengah kita shalat pikiran mulai mengembara sesuai dengan masalah yang dihadapi. Tentu saja buyar sudah totalitas dan konsentrasi kita dalam shalat. Sehingga, tak jarang lagi kita malah lupa sudah melakukan shalat pada rakaat ke berapa.

Anda pernah mengalaminya, bukan? Oleh sebab itu, dalam melaksanakan shalat hendaknya kita menghadirkan hati untuk melupakan semua urusan yang lain dan hanya ingat kepada Allah Swt baik dalam keadaan duduk maupun berdiri.

Jika berbicara tentang khusyuk, beberapa ulama memiliki pendapat dan pandangan yang beragam. Secara umum, sebagian ulama mengatakan bahwa, khusyuk adalah memejamkan mata dan merendahkan suara dengan suasana hati yang tenang.

Baca juga:  Jangan Buru-buru Menilai Jelek Salat Tarawih Kilat sebelum Tahu Alasannya

Berikut beberapa pandangan dari para ulama terkemuka:

  1. Menurut Imam Ali bin Abi Thalib r.a., “Khusyuk adalah tidak berpaling ke kanan-kiri di dalam shalat.”
  2. Amru bin Dinar, “Khusyuk adalah tenang dan berkelakuan baik.”
  3. Ibnu Sirin, “Khusyuk adalah tidak mengangkat pandangan dari tempat sujud.”
  4. Ibnu Jubair, “Khusyuk adalah tetap mengarahkan pikiran kepada shalat, sehingga tiada mengetahui orang yang di sebelah kanan dan kirinya.”
  5. Atha, “Khusyuk adalah tidak memain-mainkan tangan dan tidak memegang badan dalam shalat.”

Dengan kata lain, tatkala kita mengerjakan shalat agar senantiasa khusyuk maka hadirkanlah hati dan pikiran kita hanyalah kepada Allah Swt, yaitu dengan cara menganggap melaksanakan ibadah di tanah suci.

Jadi, maksudnya adalah jika kita menginginkan shalat yang khusyuk, di manapun kita mengerjakan shalat, maka kita harus bisa mengibaratkan sedang melaksanakan shalat di Baitullah (rumah Allah). Karena, jika kita mempunyai anggapan mengerjakan shalat di Tanah Suci, hati akan senantiasa tenang dan lupa akan hal-hal yang berkeliaran di pikiran kita.

Dalam buku karya Said Hawa, yang merupakan intisari kitab Ihya’ Ulumiddin, berjudul “Mensucikan Jiwa” (judul aslinya Al-Mustakhlash fi Tazkiatil Anfus) mengatakan bahwa amalan-amalan shalat yang bersifat lahiriah masih tetap dilaksanakan dengan baik oleh orang Muslim yang hidup di lingkungan Islam, maka yang disebut dengan adab batin adalah Ilmul Khusyuk.

Nabi Saw pernah bersabda, “Ilmu yang pertama kali diangkat dari muka bumi ialah kekhusyukan,” (diriwayatkan oleh Thabrani dengan sanad hasan).

Baca juga:  Tablig, Peninggalan Cara Dakwah Nabi yang Harus Terus Dijaga dan Diamalkan

Khusyuk juga merupakan tanda pertama orang yang beruntung. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya,” (QS. Al-Mu’minun [23]: 1-2).

Selain kita dianjurkan untuk khusuk dalam shalat, maka yang tak kalah penting adalah menghadirkan hati ketika awal dimulainya shalat (takbir) sampai dengan salam.

Komentar

Siti Ana

Siti Ana

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Siti Ana

Latest posts by Siti Ana (see all)

  •  
    17
    Shares
  • 17
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *