Ini 5 Upaya Pencurian Jasad Nabi Muhammad Saw yang Tercatat Oleh Sejarah

3. Jasad Nabi Akan Dicuri Para Penguasa di Eropa

Peristiwa pencurian ini terjadi pada tahun 1164 atau 557 H dan ditulis oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi Al-Madinah Al Munawarah. Saat itu, kondisi umat Islam dalam kondisi yang lemah, sehingga para penguasa di Eropa bersepakat untuk mencuri jasad Rasulullah.

Setelah kesepakatan disetujui, para penguasa di Eropa kemudian mengirim utusan untuk mencuri jenazah Rasul pada musim Haji.

Kedua orang itu menyamar sebagai jemaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maghribi. Kedua orang tersebut ditugaskan melakukan survei awal dalam mencari kesempatan untuk mencuri jasad Nabi Muhammad.

Setelah melakukan survei lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang letaknya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamar menuju ke makam Rasulullah SAW.

Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah SWT melalui seorang hamba-Nya, yaitu Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki.

Sang Sultan penguasa Mesir dan Syam itu pada suatu malam bermimpi bertemu Rasulullah. Sang Nabi sedang menudingkan tangannya ke arah dua orang berwajah Eropa, seraya berkata, “Wahai Mahmud, tolonglah aku dari dua orang ini!”.

Maka Sultan terbangun dan terkejut lalu ambil wudhu dan melanjutkan tidur. Tapi Ia kembali bermimpi yang sama hingga tiga kali berturut-turut.

Pagi harinya Ia menceritakan mimpinya kepada para menteri dan berpikir bahwa telah terjadi sesuatu di Madinah. Akhirnya Sultan dan para pengawalnya berangkat ke kota Madinah.

Sesampainya di sana Sultan mengumpulkan seluruh masyarakat Madinah untuk mengenali wajah mereka. Ini bertujuan untuk melihat adakah wajah yang mirip dengan yang ada di mimpinya. Pada awalnya Ia tidak dapat menemukan dua wajah tersebut.

Lalu Sultan bertanya, “Masih adakah yang lain?”

Salah satu penduduk Madinah menjawab, “Memang masih ada, yaitu dua orang jamaah haji dari Maroko yang mukim di sini. Mereka saleh dan kaya, sering membagi sedekah dan selalu shalat berjamaah di Masjid Nabawi. Mereka merasa sudah cukup tidak perlu mengambil sedekah atau hadiah.”

“Datangkan mereka ke sini sekarang juga…!” perintah Sultan.

Ternyata dua orang ini mirip dengan yang ada di mimpinya. Sultan lalu memeriksa keduanya dan mendapati rumah mereka terdapat lubang menuju makam Nabi. Keduanya mengaku melaksanakan tugas untuk mengambil jasad Nabi Muhammad SAW untuk dibawa ke Eropa.

Komentar

Muslihin

Muslihin

Alumni Pon Pes Al-Ma'ruf Bandungsari, Pon Pes Al-Maymun Kauman Klambu Grobogan. Saat ini sedang berkuliah di Universitas Imam Syafi'i Mukalla Hadramaut Yaman. Anggota Bahtsul Masail PCNU Kab. Grobogan
Muslihin
Artikel ini bermanfaat buat Anda? Bagikan ke teman-teman Anda:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*