Ini 5 Destinasi Wisata Indah di Belanda

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 119

Waktu Baca6 Menit, 15 Detik

DatDut.Com ~ Medio Januari 2015 penulis berkesempatan lan-jalan ke Belanda. Sungguh senang rasanya bisa bersua dengan banyak saudara sebangsa, setanah air dan seperjuangan di sana. Tidak lupa disela-sela dan seusai acara, penulis memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk hunting destinasi wisata indah dan bersejarah di sana. Meskipun tidak semuanya bisa penulis kunjungi. Ini dia 5 destinasi wisata indah dan bersejarah di Belanda, yuk kita simak!

1. Keukenhof Gardens

Taman ini disebut juga Taman Eropa. Keukenhof artinya Taman Dapur, dibangun abad 15 M. Sebuah taman yang dipenuhi bunga-bunga tulip dan bunga-bunga lainnya yang kaya warna, indah, cantik dan menyejukkan mata. Nyaman sekali untuk piknik keluarga atau sekedar bercengkrama dengan teman-teman. Taman ini terletak di kota Lisse, sebuah kota di selatan Belanda tidak jauh dari kota Leiden. Dibuka untuk umum pertama kalinya tahun 1950. Untuk bisa menikmatinya datanglah pada musim semi, sekitar bulan Maret-April-Mei. Untuk musim semi tahun 2016 taman ini dibuka 24 Maret sampai 16 Mei.

Keukenhof hanya buka setahun sekali yakni sepanjang musim semi. Tiket masuknya variatif; Batita (0-3) gratis, anak-anak (4-11) 8 Euro, dewasa (11-65+) 16 Euro, rombongan (20-200 orang) 13.50 Euro, guide taman 5 Euro, parkir kendaraan 6 Euro. Guide taman membantu kita menginformasikan tentang jenis-jenis bunga, letaknya, sejarah Keukenhof serta memberikan tips bagaimana menciptakan taman bunga di rumah kita laiknya Taman Keunkenhof.

Subhanallah, cantik sekali Taman Keukenhof ini, asyik juga untuk tempat berfikir dan berdzikir. Penempatan dan peletakkan bunga-bunganya teratur dan tertata secara profesional. So, nggak rugilah Anda merogoh 16 Euro dari kocek Anda. Untuk update tanggal berapa Keukenhof buka setiap tahunnya silahkan klik websitenya http://www.keukenhof.nl/en/

2. Volendam
Volendam aslinya merupakan pelabuhan yang terletak di dekat kota Edam di utara Belanda tak jauh dari Ibukota Belanda, Amsterdam. Saya ke sana bersama dua teman, menyewa mobil seharga 30 Euro, pulang-pergi. Penduduk kota ini kurang lebih 20 ribu jiwa. Dulu seniman Spanyol, Picasso (w. 1973) dan seniman Perancis, Renoir (w. 1919) pernah menghabiskan sebagian waktunya ke sini. Memang pantas jika kedua seniman itu ke sini. Karena Volendam saya nilai sebagai desa yang tenang, arsitektur bangunannya unik khas Belanda, jalanannya “islami” (bersih dan rapih).

Tujuanku kesana tidak lain adalah ingin foto dengan pakaian tradisional khas Belanda. Di sini banyak studio foto yang menawarkan jasa foto menggunakan pakaian khas Volendam-Belanda; Pakaian laki-laki menggunakan peci hitam tebal kayak peci Soekarno, baju lengan panjang lebar berwarna merah atau hitam, celana lebar dan memakai bakiak (sandal sepatu terbuat dari kayu). Sedangkan pakaian perempuannya menggunakan penutup kepala, baju lengan panjang lebar dan rok panjang dan mengembang.

Kayaknya pelopor studio foto pertama di Volendam adalah Zwarthoed (Sejak 1920). Karena banyak artis dan pejabat dunia yang foto di studio itu. Di depan studionya di etalase kaca, saya lihat foto-foto artis-artis dan pejabat-pejabat dunia termasuk Indonesia seperti Nirina Zubir bersama suaminya, Nikita Willy, Gus Dur muda beserta keluarganya, Taufiq Keimas dan Megawati dan lain-lain.

Baca juga:  Eksotika Syiqqain, Kawasan Gunung Bebatuan di Yaman

Seingat saya, kami foto bertiga sekali cetak seharga 12 Euro. Untuk rincian harga silahkan klik websitenya http://www.fotozwarthoed.com/prijslijst_uk.html. Sebenarnya ada studio foto selain Zwarthoed yang lebih murah cuma 5 Euro per sekali foto. Tapi kami bertiga memilih di Zwarthoed, biar nggak kalah sama artis dan pejabat dunia, siapa tahu ikutan tenar kayak mereka. Hehehe.

3. Leiden

Kota yang tidak asing di telinga mahasiswa Indonesia. Ya, di kota itu terdapat Universitas Leiden yang terkenal, yang perpustakaannya banyak menyimpan buku dan manuskrip dunia khususnya Nusantara. Ada 26.000 manuskrip. Untuk pinjam buku harus punya kartu Universitas Leiden. Semua buku yang ada di Indonesia ada di sana, baik yang lama maupun yang baru terbit. Gus Dur sempat menyalurkan hobi “gilanya” di perpustakaan ini sewaktu beliau muda. Adapun sistem kampusnya laiknya Harvard dan Oxford. Yakni mengadopsi sistem Pesantren; Diasramakan. Malamnya ada mudzakaroh (diskusi).

Di kota ini kita juga bisa mengunjungi rumah yang pernah ditinggali orientalis besar Snouck Hurgronje (1857-1936 M) yang dulu pernah menyamar di Mekkah sebagai Syekh Abdul Jabbar, pernah berguru kepada Syekh Nawawi Al-Bantani (w. 1813-1897). Leiden merupakan kota yang tenang dan cocok untuk belajar bagi mahasiswa. Kanal-kanalnya mempercantik kota ini dan menyejukan pandangan. Siapa saja akan dibuat betah tinggal dan belajar di sana.

4. The Hague (Den Haag)

Kota terbesar ketiga di Belanda setelah Amsterdam dan Rotterdam. Merupakan pusat pemerintahan dan ibukota provinsi Selatan Belanda. Di kota inilah dulunya Konferensi Meja Bundar (KMB: 23 Agustus-2 November 1949) diadakan antara Indonesia, Belanda dan BFO (Bijeenkomst voor Fereraal Overleg)/Perwakilan Negara-negara ciptaan Belanda di Kepulauan Indonesia. Konferensi yang menitahkan Belanda menyerahkan kedaulatan Republik Indonesia Serikat. Sebelum KMB ada tiga Konferesensi yang terlebih dahulu diadakan antara Belanda dan Indonesia yaitu: Perjanjian Linggarjati (1947), Perjanjian Renville (1948 dan Perjanjian Roem-Royen (1949).

Setiap kota memiliki type dan ciri khas masing-masing. ciri khasnya kota Den Haag yakni Anda akan merasakan arsitektur bangunan abad 12-13 M dan sekaligus bangunan-bangunan Modern. Kota yang tenang, nyaman dan ramah lingkungan. Penduduknya kebanyakan menggunakan sepeda ontel. Kendaraan transportasinya ada Tram, Bus dan Taksi. Transportasi di sini terbilang mahal dibanding negara Eropa lainnya.

Saya sangat menikmati kota ini. Menyusuri lekuk-lekuk lorongnya. Menikmati arsitekturnya. Membaca hiruk-pikuk penduduknya. Kafe-kafe yang berjejer di sepanjang jalan. Orang-orang bule yang berkerumun dan mondar-mandir di sepanjang jalan yang dulunya sewaktu kecil saya merasa aneh dan kegirangan saat melihat ada orang bule masuk kampungku. Bagiku, gedung yang istimewa di DenHaag adalah gedung utama dimana diadakan KMB yakni gedung Ridderzaal. Gedung ini berada di kompleks banunan kuno parlemen Belanda yang disebut Binnenhof. Arsitektur benteng cita rasa Gotic. Di sampingnya ada danau Hofvijver, danau mungil yang ditingkahi angsa-angsa cantik yang mengambang.

Baca juga:  Bukan Cuma Satu, Ternyata di Indonesia Ada Lima Daerah yang Punya Patung Budha Tidur

5. Amsterdam

Sebagai Ibukota Belanda tentu Amsterdam menjadi destinasi yang mesti disambangi. Karena ibukota adalah gambaran singkat karakter dan status suatu Negara. Di sini Anda bisa mengunjungi museum Rijks. Museum seni dan sejarah terbesar di Belanda yang dibangun abad 19. Di dalamnya Anda bisa menikmati karya seni dan sejarah masa keemasan Belanda, termasuk karya Vermeer (w. 1675) dan Rembrandt (w. 1669). Buka jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Di depan museum ini ada huruf-huruf I AMSTERDAM, banyak pelancong yang berselfie ria di sini. Kalau di musim dingin di depan tulisan itu ada arena permainan sky. Anda bisa berselancar di atasnya. Jika Anda suka seni lukis jangan lewatkan mengunjungi galeri pelukis besar Belanda, Van Gogh (w. 1890).

Di Amsterdam kita juga bisa menikmati kanal-kanal besarnya dengan menyewa sekoci atau sampan bersama rombongan turis lainnya. Nikmati juga bangunan-bangunan Gereja, gedung-gedung pemerintahan dan perumahan-perumahannya yang artistik, cantik, antik, nyentrik dan unik.

Selama di Belanda tidak usah khawatir mencari warung Indonesia. Karena komunitas orang Indonesia banyak di sana. Ada 3 komunitas besar di Belanda. Yang pertama komunitas Maroko, kedua komunitas Turki, ketiga komunitas Indonesia. Kenapa banyak orang Maroko dan Turki di Belanda? Sejarahnya, ketika pasca Perang Dunia, Belanda membutuhkan para pekerja yang membangun perkotaannya. Indonesia pernah ditawari untuk menjadi pekerjanya tapi Presiden Soekarno menolak. Akhirnya yang menerimanya adalah Maroko dan Turki. So, Jika Anda melihat bangunan-bangunan antik nan cantik di Belanda maka itu adalah jasa orang-orang Maroko dan Turki.

Anda juga tidak usah khawatir tempat shalat karena di Belanda ada sekitar 350 masjid. Banyaknya masjid disebabkan banyaknya gereja yang dijual di sana. Semoga semakin banyak gereja yang dijual sehingga jumlah masjid semakin bertumbuh pesat di sana, meskipun ada larangan baru gereja yang dijual tidak boleh dibeli untuk dijadikan masjid.

alvianKontributor: Alvian Iqbal Zahasfan | Yang suka lan-jalan dan makan bakwan

FB: Alvian Iqbal Zahasfan

 

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Alvian Iqbal Zahasfan
Latest posts by Alvian Iqbal Zahasfan (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *